Guys, Masuk Mobil Jangan Langsung Nyalain AC ya, Walaupun Mobilmu Sepanas Oven

Ini adalah hal penting yang nggak boleh kamu abaikan sebagai seorang pemilik mobil, ataupun orang yang numpang mobil temen. Emang sih, kota-kota di Indonesia saat ini panas banget, apalagi kalau udah musim kemarau. Masuk mobil berasa kayak masuk oven.

Eits, tapi kamu jangan langsung nyalain AC ya! Udara dari semprotan AC yang bercampur dengan udara dalam mobil yang sangat panas bisa menimbulkan udara yang menyebabkan kanker loh kalau dihirup.

Mau naik mobil? OK silahkan, tapi buka dulu semua kaca, lalu nyalain AC selama beberapa menit, silahkan jalan, baru kemudian jendelanya ditutup setelah beberapa menit.

Menurut sebuah penelitian, radiasi sinar matahari menyebabkan reaksi kimia antara material plastik, pengharum ruangan, bahan pelapis jok dan bahan lain di kabin dengan udara panas menghasilkan berbagai zat baru, satu diantaranya adalah Benzena, racun penyebab kanker (karsinogen).

Selain menyebabkan kanker, Benzena juga bisa meracuni tulang-tulung tubuh kita, menyebabkan Anemia dan menurunkan jumlah sel darah putih. Kalau sering menghirupnya dalam jangka waktu yang lama, bisa menyebabkan Leukemia, menambah resiko penyebab kanker loh!

Benzena juga dapat mengakibatkan keguguran bagi ibu hamil. Tingkat Benzena di dalam ruangan yang bisa ditoleransi manusia adalah sebesar 50mg/ft2. Sebuah mobil yang terparkir di dalam ruangan dengan jendela tertutup akan menghasilkan 400-800 mg Benzene. Tapi kalau diparkir di luar ruangan di bawah sinar matahari pada temperatur 15 derajat Celcius ke atas, tingkat Benzena bisa naik hingga mencapai 2000-4000 mg, 40 kali tingkat Benzena yang bisa ditoleransi!

Kalau kamu terbiasa langsung naik mobil tanpa membuka jendela, mau nggak mau kamu bakal menghirup banyak racun yang dengan sangat cepat masuk ke dalam tubuh. Entah benar karena Benzena atau nggak, ada beberapa keluhan orang yang katanya malah mengantuk, pusing, atau bahkan lemas setelah langsung menghidupkan AC. Padahal, hal-hal inilah yang bisa jadi penyebab kecelakaan di jalanan.

Jadi sebelum kamu nyalain AC mobil, biasakan kamu selalu membuka jendela dan pintu mobil supaya udara beracun yang ada di dalam mobil bisa terbuang keluar kira-kira 5 menit. Kalau nggak mau repot, kamu bisa membuka kaca mobilmu sedikit saat parkir, atau carilah tempat parkir di tempat yang teduh dan tak terkena paparan sinar matahari langsung. Benzene adalah racun yang bisa mempengaruhi ginjal dan hati, dan sangatlah sulit bagi tubuh untuk membasmi racun-racun tersebut.

Bagikan informasi ini ke semua keluarga dan temanmu tercinta, supaya mereka bisa terhindar dari paparan udara beracun ini terus menerus. Membantu share issue ini berarti kamu juga peduli dengan kesehatan mereka

Kebiasaan Buruk Penyebab Kopling Cepat Rusak

Kopling adalah salah satu komponen mobil yang sangat penting. Terutama bagi Anda yang memiliki mobil manual. Tanpa adanya kopling maka mobil tidak akan bisa berjalan dengan baik. Ada banyak fungsi dari kopling ini. Nah beberapa fungsinya tersebut adalah untuk mengatur perpindahan gigi, agar bisa berjalan dengan mulus. Kopling sendiri memiliki komponen khusus yang melengkapinya.

Misalnya saja kabel kopling, pedal kopling, kampas kopling, matahari, dan druk leher. Makanya bagi Anda yang menggunakan mobil manual perhatikan betul kualitas dan memastikan kopling Anda masih berada dalam keadaan baik. Namun, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang bisa mengakibatkan kopling cepat rusak. Salah satunya adalah menginjak kopling dengan sangat kasar.

Kebiasaan Buruk Penyebab Kopling Cepat Rusak

Ada banyak sekali  kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa mengakibatkan kopling cepat rusak. Nah hal pertama yang menyebabkan kopling cepat rusak adalah kebiasaan melepas dan menginjak kopling dengan cara yang sangat kasar. Hal ini sangat sering dilakukan oleh pengemudi mobil manual. Hal tersebut terjadi karena, pada saat melepaskan pedal kopling transmisi mobil belum berpindah dan terdengar bunyi kasar pada kopling. Oleh karena itu Anda sebagai pengendara harus memperhatikan keselarasan pedal kopling dengan perpindahan transmisi mobil.

Penyebab Kopling Cepat Rusak

Penyebab kopling mudah rusak selanjutnya adalah terlalu sering menginjak pedal kopling. Menginjak kopling mobil di sepanjang perjalanan adalah salah satu hal yang  bisa menyebabkan kopling cepat rusak. Ini sangat sering terjadi bagi pengemudi yang malas mengangkat kakinya dari pedal kopling ketika sudah tidak diperlukan lagi.

Akibatnya, proses aus pada bantalan rilis dan pelat kopling mobil cepat mengalami kerusakan. Selain itu, menginjak pedal kopling pada mobil setengah-setengah juga bisa merusak kopling. Dimana hal tersebut bisa membuat komponen dalam sistem kopling terurai dengan cepat. Biasanya yang pertama kena imbasnya adalah pelat kopling. Bahkan yang lebih ekstrim lagi kopling bisa tercium bau hangus. Sungguh mengerikan bukan?

Nah, itulah beberapa kebiasaan buruk penyebab kopling cepat rusak. Jangan sekali-kali mencoba kebiasaan buruk tersebut ya. Perlakukan dan rawatlah kopling mobil Anda dengan baik. Supaya kopling bisa awet dan gak gampang rusak

Ban Tetap Layak Pakai Meski Sudah Lewat Masa Garansi, Asal…

Kode produksi pada ban bisa menandakan habisnya masa jaminan ban dari pihak pabrikan kepada konsumen.

Biasanya masa jaminan itu akan hangus dalam masa lima tahun sejak ban tersebut diproduksi.

Contoh bila ada kode produksi “0414”, artinya pada minggu ke 4 di tahun 2014 ban tersebut diproduksi.

Bila saat ini sudah bulan April 2019, artinya masa berlaku garansi ban tersebut sudah habis karena usianya sudah lebih dari 5 tahun di bulan Januari 2019 silam.

Tapi perlu dicatat, itu bukan berarti ban telah melewati masa kedaluwarsa dan tidak bisa lagi dipakai.

Asal kamu selalu menjaga kondisi ban, maka tidak masalah meski masa jaminan dari produsen telah habis.

Lantas, bagaimana cara menjaga agar ban tetap layak pakai meski masa jaminan produsen ban sudah habis?

  1. Periksa tekanan angin ban

Kamu bisa melakukan langkah ini cukup sebulan sekali, pun sekarang banyak pom bensin menawarkan jasa isi tekanan angin ban.

Ban yang kekurangan tekanan menyebabkan mobil jadi berat dan sulit bergerak sehingga konsumsi BBM jadi boros karena mesin bekerja lebih berat.

Selain itu, bagian sisi telapak ban juga jadi lebih cepat botak karena tekanan bertumpu di sekitar dinding ban.

Dan jangan salah, tekanan ban yang lebih rendah membuat ban punya potensi meledak lebih besar karena mendapatkan tekanan yang lebih tinggi.

Meski demikian, tekanan angin ban juga tidak boleh berlebih sebab akan mengurangi kenyamanan karena terlalu keras.

Ban juga lebih botak di sisi tengah karena tumpuan terpusat di sana.

Selain itu, laju kendaraan juga lebih sulit dikendalikan karena cengkeraman ban terpusat di tengah telapak ban yang tidak menapak sempurna ke aspal karena kelebihan tekanan.

  1. Periksa kedalaman alur ban

Biasanya, kedalaman alur ban itu sekitar 1,6 mm ditandai oleh tonjolan di alur ban yang diberi nama Tread Wear Indicator (TWI).

Segera ganti ban bila tanda tersebut sudah sejajar dengan tinggi telapak ban.

Letak TWI yang ada di beberapa titik ban juga bisa menjadi gambaran mengenai tingkat keausan ban.

Jika tidak merata, bisa jadi ada masalah di sektor suspensi dan kemudi.

  1. Rotasi ban

Disarankan untuk melakukan rotasi ban setiap 10.000 km sekali, atau sama dengan jangka waktu servis berkala dan sudah termasuk ke dalam pekerjaan servis berkala bengkel resmi Toyota.

Rotasi membuat seluruh ban ‘merasakan’ tugas dan tanggungjawab yang sama sehingga harapannya tingkat keausan ban dapat merata.

Apalagi ada kecenderungan ban depan lebih cepat habis telapaknya lantaran memegang beban paling besar saat mobil bergerak.

  1. Periksa tutup pentil ban

Tugas ini memang sepele, karena apalah artinya tutup pentil ban.

Namun faktanya, secara perlahan angin akan keluar lewat pentil jika tidak ditutup.

  1. Periksa kondisi pelek

Jika sampai terjadi sesuatu pada pelek, seperti bibir pelek pecah, hampir pasti ban mobil akan mendapatkan tekanan sangat berat saat kejadian.

Bisa saja ban jadi rusak, seperti dinding ban benjol atau robek.

Pelek yang rusak juga membuat keseimbangan ban berubah dan kamu harus melakukan proses balancing.

Bahkan jika kerusakannya terlalu berat, malah bisa harus ganti pelek.

  1. Rutin spooring dan balancing

Spooring dilakukan untuk mengatur keselarasan kaki-kaki mobil.

Suspensi yang baik akan meringankan kerja ban dan memudahkan pengendalian.

Sementara balancing membuat putaran ban pada pelek tetap stabil dan membuat mobil dapat bergerak aman saat kecepatan tinggi tanpa khawatir terjadi sesuatu pada ban.

Nah, semua proses tersebut dapat Anda lakukan saat servis berkala di bengkel resmi Daihatsu terdekat.

 

FUNGSI DASHBOARD PADA MOBIL

Setiap mobil terdapat dashboard berada tepat  didepan pengemudi. Pada dashboard  fungsinya untuk menempatkan radio/tape/CD, tempat minuman, laci, tombol-tombol kontrol AC, lampu dll. serta indikator-indikator kendaraan.

Indikator-indikator kendaraan pada umumnya  berupa speedometer, tachometer, petunjuk BBM, petunjuk suhu mesin, petunjuk oli, petunjuk pengisian accu, indikator handbrake, engine check, indikator belok, hazard dan indikator lampu jauh (beam).

Indikator-indikator tersebut sangat penting fungsinya untuk pengemudi dalam menjalankan kendaraannya guna keselamatan diperjalanan.

Speedometer

Speedometer merupakan petunjuk kecepatan kendaraan, umumnya dalam ukuran km per jam, tetapi beberapa jenis kendaraan menerapkan mile per jam.  Dalam speedometer tersebut tertera angka dari 0  s/d 180 km per jam  atau bahkan pada mobil sport ada yang s/d  300 km/jam. Angka yang tertera tersebut merupakan angka kecepatan teoritis, yang mana untuk mencapai kecepatan maksimum tentunya dengan asumsi kondisi kendaraan masih prima baik mesin maupun sasis.

Indikator ini ditunjukan oleh jarum (sistem analog) atau angka (sistem digital). Dengan indikator ini pengemudi dapat membaca kecepatan kendaraan melaju dijalan, dengan demikian pengemudi dapat mempertimbangkan keamanan berkendara disesuaikan kondisi jalan serta pertimbangan antisipasi pengereman.

Pada speedometer analog (jarum) digerakan dengan mengukur kecepatan roda berputar  melalui gear dan dihubungkan dengan kabel baja yang secara berkesinambungan berputar seiring dengan berputarnya roda/ban.

Dengan demikian ukuran lingkar ban berpengaruh terhadap  pembacaan speedometer. Biasanya setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi ukuran ban yang diperbolehkan. Makin dikecilkan ukuran lingkar ban dari yang seharusnya, maka semakin cepat berputar dan semakin cepat speedometer terangkat, begitupun sebaliknya.

Oleh karena itu para pemilik kendaraan harus berhati-hati dalam memodifikasi lingkar roda/ban kendaraanya jangan sampai keluar dari spesifikasi ukuran yang ditetapkan oleh pabrik, karena akan terjadi kekeliruan pembacaan speedometer, bisa terlalu cepat dari laju sebenarnya atau terlalu lambat.

Tachometer

Tachometer merupakan indikator kecepatan putaran mesin dengan satuan round per minutes (RPM). Umumnya angka yang ditunjukan adalah 1 s/d 8, angka tersebut masih harus di kali 1000. Bila jarum menunjukan angka 7 artinya bahwa mesin berputar pada 7000 putaran per menit.

Dalam indikator tachometer dibagi atas dua zona, hijau dan merah. Zona hijau adalah zona aman untuk putaran mesin, biasanya 1 s/d 6 selebihnya,  zona merah (7 s/d adalah zona yang kurang aman bila mesin terus menerus berada pada zona tersebut.

Kondisi komponen serta kualitas oli perlu dipertimbangkan bila kendaraan selalu berada pada putaran tinggi selain pemborosan bahan bakar. Karena semakin tinggi putaran mesin, maka semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan mesin.

Komponen yang menggerakan jarum tachometer secara teknis hampir sama dengan speedometer. Hal yang membedakan hanya pada sumbernya. Tachometer digerakan oleh gear yang dihubungkan dengan poros bubungan (noken as/cam) pada mesin, sedangkan yang menggunakan digital dihubungkan dengan koil.

Sebaiknya putaran mesin harus dijaga tetap di zona hijau untuk menjaga keawetan mesin jangka panjang.

Petunjuk BBM

Skala ditunjukkan dengan huruf E (empty) dan F (Full). Bila poisis jarum sudah menyentuh garis merah atau garis E, umumnya masih tersisa bbm 5-9 liter, sehingga masih ada kesempatan untuk mencari pompa bensin terdekat.

Pada saat bbm sedikit, endapan (termasuk air) dalam tanki akan turut tersedot pompa dan akan menyumbat saluran bbm menuju mesin, sehingga kinerja mesin akan terganggu.   Sebaiknya dihindari posisi jarum dibawah seperempat dari skala untuk menghidari akibat tersebut.

Indikator  suhu mesin,

Skala ditunjukan dengan huruf C (cold) dan H (Hot). Dalam keadaan suhu mesin normal jarum berada pada posisi tengah antara C dan H. Lebih dari itu perlu diwaspadai akan terjadinya over heating. Suhu normal mesin umumnya pada kisaran 70-80 derajat celcius.

Over heating akan berakibat pada silinder head mesin melengkung sehingga terjadi kebocoran kompresi yang selanjutnya mesin mati.

Indikator  oli,

Indikator ini biasanya berupa  lampu berbentuk poci dengan tetes oli. Pada saat kunci di posisi ON, lampu tersebut menyala dan setelah mesin dihidupkan lampu mati. Bila setelah mesin dihidupkan tetapi lampu tersebut tetap menyala, maka kemungkinan ada masalah dengan oli mesin kendaraan dan sebaiknya dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan sistem pelumasannya.

Pemaksaan dalam kondisi ini (indikator oli selalu nyala) akan berakibat rusaknya mesin karena oli tidak mengalir sesuai jalurnya.

Indikator pengisian accu,

Indikator ini biasanya berupa  lampu berbentuk accu (kotak). Pada saat kunci di posisi ON, lampu tersebut menyala dan setelah mesin dihidupkan lampu mati. Bila setelah mesin dihidupkan tetapi lampu tersebut tetap menyala, maka kemungkinan ada masalah dengan pengisian accu dari alternator kendaraan dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan sistem pengisian accu dari mulai alternator sampai accu.

Pemaksaan atas masalah ini dapat berakibat berkurangnya persediaan listrik pada accu, sehingga mesin tidak dapat di Start dan accu akan cepat rusak.

Engine check,

Pada mesin-mesin modern telah menggunakan ECU (Engine Control Unit), yaitu suatu modul elektronik yang mengendalikan kinerja mesin melalui sensor-sensor yang ditempatkan pada berbagai bagian mesin. Bila indikator ini masih menyala setelah kendaraan hidup, maka kemungkinan ada masalah pada mesin dan perlu segera dilakukan pemeriksaan.

Kinerja mesin akan terganggu dengan keadaan seperti itu, sebaiknya dilakukan pengecekan oleh bengkel resmi, karena alat pemeriksaan/diagnosa akan lebih lengkap.